Membangun Website Sekolah SDN Sungai Dalam 1
Membangun website SDN Sungai Dalam 1 dengan workflow gratis dan fleksibel.
Pada awal tahun ajaran 2026/2027, saya kembali mengevaluasi workflow yang digunakan untuk membangun dan mengelola website SDN Sungai Dalam 1. Sebelumnya, website sekolah telah dibuat menggunakan pendekatan Static Site Generator (SSG) dan berhasil dipublikasikan serta diindeks oleh Google.
Namun, dalam proses penggunaannya muncul satu kendala yang cukup mengganggu, yaitu keterbatasan perangkat. Keyboard pada perangkat yang digunakan mengalami masalah sehingga aktivitas menulis melalui kode editor menjadi kurang nyaman.
Dari pengalaman tersebut, muncul kebutuhan untuk mengubah workflow agar proses pengelolaan website tidak bergantung pada satu perangkat.
Mengubah Workflow Pembuatan Website
Website sekolah idealnya dapat dikelola dari mana saja. Ketika perangkat yang digunakan bermasalah atau sedang berpindah perangkat, proses menulis konten seharusnya tetap dapat dilakukan tanpa harus membawa seluruh lingkungan pengembangan.
Karena itu, ada tiga kebutuhan utama yang menjadi pertimbangan:
Website dapat diakses dan dikelola dari berbagai perangkat.
Tidak perlu menulis menggunakan kode editor.
Seluruh sistem dapat digunakan 100% gratis, tanpa mengeluarkan biaya.
Dengan kebutuhan tersebut, beberapa alternatif mulai dibandingkan.
Membandingkan Beberapa Platform
Beberapa kandidat yang dipertimbangkan adalah Blogspot, SSG, Notion, dan AppFlowy.
Blogspot sebenarnya cukup mudah digunakan, tetapi membutuhkan cukup banyak waktu apabila ingin mendapatkan tampilan yang sesuai. Pengaturan tema dan kode menjadi salah satu pertimbangan untuk tidak memilihnya.
SSG memberikan kontrol yang sangat baik terhadap website. Website sebelumnya bahkan sudah berhasil dipublikasikan dan diindeks Google. Namun, workflow berbasis kode membuat pengelolaan konten kurang fleksibel ketika harus berpindah perangkat.
Sementara itu, Notion terlihat lebih menarik karena aktivitas menulis dan mengelola konten dapat dilakukan melalui web tanpa bergantung pada kode editor.
AppFlowy juga menjadi kandidat karena memiliki banyak fitur yang menarik, tetapi dari hasil observasi, platform tersebut masih dirasa belum sematang Notion untuk kebutuhan workflow ini.
Mencoba Notion sebagai Dashboard
Setelah beberapa alternatif dibandingkan, Notion mulai digunakan sebagai tempat utama untuk mengelola konten.
Konsepnya cukup sederhana:
Notion → Dashboard dan tempat bekerja
Konten, data, dan berbagai kebutuhan website dikelola dari Notion. Dengan demikian, aktivitas menulis dapat dilakukan melalui perangkat apa pun yang memiliki akses internet dan browser.
Namun, Notion sendiri bukan solusi sempurna untuk langsung digunakan sebagai website sekolah. Karena itu, diperlukan layanan yang dapat mengubah konten Notion menjadi website yang lebih siap digunakan.
Mencari Generator untuk Website
Beberapa kombinasi Notion dengan layanan lain kemudian dicoba.
Notion + SuperSite memiliki beberapa keterbatasan terutama dari sisi SEO pada tier gratis. Notion + Potion juga sempat menjadi pilihan, tetapi saat observasi layanan tersebut tidak dapat diakses.
Kemudian ditemukan Notion + Simple Ink. Hasilnya cukup menarik karena menyediakan fitur seperti form, tetapi terdapat keterbatasan dalam jumlah page yang dapat dibuat.
Dari beberapa pilihan tersebut, Notion + Bullet menjadi kombinasi yang paling sesuai dengan kebutuhan saat ini.
Bullet menyediakan berbagai kebutuhan yang diperlukan untuk membuat website dari konten Notion, dan dapat digunakan secara gratis sesuai kebutuhan yang sedang dijalankan.
Website Baru SDN Sungai Dalam 1
Akhirnya, workflow baru mulai diterapkan:
Notion → Dashboard
Bullet → Generator Website
Dengan workflow ini, Notion berfungsi sebagai tempat bekerja dan mengelola konten, sedangkan Bullet digunakan untuk menghasilkan tampilan website yang dapat diakses secara publik.
Website yang saat ini digunakan dapat dilihat di:
sdnsungaidalam1.bullet.site
Dengan pendekatan tersebut, proses pembuatan konten tidak lagi bergantung pada kode editor. Selama tersedia perangkat dan koneksi internet, pengelolaan konten dapat dilakukan dari mana saja.
Website Lama Dialihkan ke Website Baru
Setelah website baru siap digunakan, website lama yang sebelumnya dibuat menggunakan SSG juga dialihkan.
Website lama:
sdnsungaidalam1.netlify.app
Website baru:
sdnsungaidalam1.bullet.site
Saat ini alamat website lama diarahkan menuju website baru. Dengan demikian, pengguna yang masih mengakses alamat website sebelumnya tetap dapat menemukan website sekolah yang terbaru.
Langkah ini juga membantu menjaga kesinambungan akses terhadap website yang sebelumnya sudah digunakan.
Apakah Sekolah Membutuhkan Domain Profesional?
Tahap berikutnya adalah mempertimbangkan penggunaan domain profesional untuk sekolah, misalnya domain .sch.id.
Menurut saya, domain profesional memang akan memberikan identitas yang lebih kuat dan terlihat lebih resmi. Namun, domain bukan satu-satunya faktor yang menentukan keberadaan sebuah website sekolah.
Jika sekolah memiliki anggaran yang cukup, penggunaan domain profesional seperti .sch.id tentu menjadi pilihan yang baik.
Namun, jika anggaran masih terbatas, menggunakan domain gratis bukanlah masalah selama website dapat dikelola dengan baik dan konsisten.
Yang lebih penting adalah konsistensi dalam mengelola dan memperbarui website. Website dengan domain sederhana tetapi aktif, informatif, dan terawat akan jauh lebih bermanfaat dibandingkan website dengan domain profesional tetapi jarang diperbarui.
Untuk saat ini, workflow Notion + Bullet menjadi solusi yang paling sesuai dengan kebutuhan SDN Sungai Dalam 1: sederhana, dapat diakses dari berbagai perangkat, tidak membutuhkan coding untuk menulis konten, dan dapat dijalankan tanpa biaya.